Sponsors Link

6 Penyebab Nyeri pada Tulang Selangka – Gejala dan Pengobatannya

Sponsors Link

Tulang selangka atau tulang klavikula (collar bone) merupakan tulang yang memanjang dari ujung lengan hingga ke tengah dada. Tulang selangka termasuk salah satu tulang yang menyusun bahu. Tulang ini berperan dalam memberikan bentuk kepada bahu, sehingga bahu terlihat tegak dan berada pada posisinya yaitu di samping luar belakang dari rongga dada.

Pada beberapa orang, tulang selangka seringkali menjadi lokasi terjadinya nyeri yang tidak jarang mengakibatkan ketidaknyamanan dan dapat mengganggu aktivitas. Sebenarnya apa saja gejala nyeri pada tulang selangka? Mengapa tulang selangka nyeri dan bagaimana pengobatannya?

Gejala

Meskipun relatif kecil, nyeri pada tulang selangka dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Beberapa gejala yang dapat dirasakan ketika nyeri pada tulang selangka di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Nyeri di sekitar bahu yang terjadi secara konstan atau terus menerus
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Sakit ketika digerakkan

Gejala yang dirasakan sebenarnya sangat tergantung dari jenis cedera dan tingkat keparahannya, serta dipengaruhi juga oleh penyebab yang mendasari nyeri pada tulang selangka.

Penyebab dan Pengobatan

1. Kelelahan Otot

Nyeri tulang selangka sering kali dikeluhkan setelah melakukan olah raga atau latihan fisik. Saat melakukan olah raga, khususnya yang melibatkan otot bahu, otot akan memerlukan energi lebih banyak. Untuk menghasilkan energi, diperlukan suplai oksigen. Namun karena kebutuhan energi saat berolahraga sering kali lebih banyak dibanding kemampuan tubuh menyuplai oksigen yang cukup, maka produksi energi dilakukan tanpa bantuan oksigen.

Sebagai akibatnya terbentuk zat sisa berupa asam laktat. Asam laktat ini akan menumpuk pada otot sehingga terjadi nyeri dan pegal. Untuk mengatasi nyeri dapat dilakukan dengan cara mengompres hangat di bagian otot bahu atau mandi dengan air hangat. Air hangat dapat melancarkan peredaran darah di bahu sehingga memaksimalkan pembuangan asam laktat yang menumpuk.

2. Patah Tulang Selangka

Terdapat berbagai penyebab patah tulang, namun biasanya patah tulang selangka disebabkan oleh cedera atau trauma. Biasanya patah tulang selangka disebabkan oleh pukulan langsung pada bahu atau akibat jatuh dengan bertumpu pada bahu, atau dapat juga disebabkan oleh posisi jatuh saat mencegah benda lain atau seseorang jatuh sambil meluruskan tangan. Tulang selangka yang patah atau retak dapat menyebabkan terjadinya nyeri tulang selangka.

Pengobatan pada patah tulang selangka sangat bergantung kepada jenis dan posisi patahan tulang yang terjadi. Biasanya patah tulang selangka di bagian tengah diterapi menggunakan clavicular strap, jika patah tulang terjadi di ujung atau terjadi dislokasi biasanya diperlukan terapi pembedahan. Patah tulang selangka harus segera diobati karena akan muncul berbagai komplikasi akibat patah tulang yang tidak diobati atau jika patah tulang didiamkan dalam waktu yang lama.

3. Rotator Cuff Injury

Nyeri pada tulang selangka juga dapat disebabkan oleh adanya cedera atau kerusakan pada tendon-tendon yang menyusun rotator cuff. Rotator cuff merupakan bagian bahu yang tersusun dari otot dan tendon (yang menghubungkan tulang dengan otot) yang berfungsi untuk menjaga kestabilan sendi pada bahu. Area rotator cuff ini dapat mengalami pengikisan atan kerusakan akibat penggunaana atau pemberian beban yang berlebihan.

Selain nyeri tulang selangka, cedera pada rotator cuff dapat menyebabkan gerakan menjadi terbatas dan otot terasa lemah. Pengobatan rotator cuff injury dilakukan dengan konsumsi obat anti peradangan, pengistirahatan sendi dan mengurangi aktivitas, dan peregangan. Pada kondisi yang parah perlu dilakukan operasi.

4. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis atau dikenal dengan penyakit rematik merupakan penyakit peradangan pada sendi. Peradangan pada sendi mengakibatkan produksi enzim dalam sendi yang mengakibatkan perusakan pada kolagen, menyebabkan pembengkakan, dan pembentukan pannus (jaringan parut). Peradangan juga mengakibatkan nyeri dan pegal pada sendi, kemerahan dan sulit digerakkan.


Peradangan terjadi pada sendi yang kecil seperti sendi pada pergelangan tangan dan pada jari-jari tangan. Kemudian seiring dengan perkembangan penyakit, peradangan akan menyerang sendi yang lebih besar, termasuk sendi pada bahu. Pengobatan dilakukan dengan manajemen penyeimbangan latihan dan istirahat pada sendi, konsumsi obat anti peradangan, dan didukung dengan asupan makanan yang baik untuk rematik. Jika kerusakan sendi sudah sangat parah dan tidak merespon dengan terapi biasa maka perlu dilakukan pembedahan.

5. Bursitis dan Tendinitis

Bursa merupakan kantong berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan sendi saat bergerak, sedangkan tendon merupakan struktur yang menghubungkan antara tulang dengan otot. Bursa dan tendon dapat mengalami peradangan. Bursitis dan tendinitis ini paling sering terjadi di bahu. Ketika terjadi peradangan maka bahu akan terasa nyeri dan geraknya menjadi terbatas.

Biasanya pengobatan dilakukan secara konservatif yaitu dengan pengistirahatan sendi, kompres panas dingin secara berkala, dan penggunaan obat anti peradangan untuk meredangan peradangan dan nyeri yang timbul. Pembedahan akan dilakukan jika terapi konservatid tidak menghasilkan perbaikan kondisi, serta nyeri dan kelemahan pada bahu terus terasa.

6. Posisi Tidur yang Kurang Baik

Nyeri pada tulang selangka juga dapat disebabkan oleh posisi tidur yang tidak baik. Posisi tidur yang menekan bahu atau area leher bawah bisa memberikan tekanan pada saraf dan menyebabkan iritasi dan nyeri. Usahakan posisi tidur senyaman mungkin dan penggunaan bantal tidak terlalu tinggi. Pada kondisi nyeri tulang selangka demikian, nyeri biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Keenam kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri pada tulang selangka. Pengobatan dan cara meredakan nyeri sangat bergantung kepada faktor atau kondisi yang mendasarinya tersebut. Nyeri tulang selangka dapat diakibatkan oleh kondisi yang ringan seperti kesalahan posisi tidur, atau bahkan dapat juga merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius seperti peradangan, rotator cuff injury atau patah tulang selangka. Pemeriksaan lebih lanjut sangat disarankan untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat.

Sponsors Link
, ,




Post Date: Wednesday 07th, February 2018 / 07:38 Oleh :