Sponsors Link

13 Kelainan pada Tulang Manusia dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Tulang merupakan salah satu elemen yang penting di dalam tubuh. Tulang merupakan struktur atau rangka tubuh manusia yang menentukan kestabilan tubuh dan menyangga segala macam organ tubuh. Tulang yang kuat akan memperlancar gerakan-gerakan dan aktivitas sehari-hari. Sementara tulang yang tidak sehat akan menghambat aktivitas tersebut. Selain itu, di dalam tulang juga ada syaraf-syaraf penting yang harus dilindungi. Oleh karena itu, perlu diketahui 5 kelainan pada tulang yang sering terjadi dalam kehidupan. Apa saja jenis-jenis kelainan tulang tersbeut? Simak 5 kelainan pada tulang berikut ini:

ads

1. Skoliosis

skoliosis

Kelainan pada tulang manusia, yaitu skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang melengkung ke samping. Skoliosis ini biasanya terjadi pada anak-anak antara 10 hingga 15 tahun. Namun, ada juga kasus skoliosis yang terjadi pada orang dewasa. Biasanya anak perempuan lebih rentan terkena gangguan skoliosis ini.

Skoliosis memiliki beberapa gejala. Gejala yang paling terasa oleh penderita skoliosis adalah sulitnya bernapas dan rasa nyeri pada bagian tulang belakang. Jika skoliosis itu sudah parah, maka kemungkinan penderita juga bisa menderita beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Penampilan atau postur tubuh penderita skoliosis akan terlihat condong ke satu sisi.
  • Pinggul akan nampak menonjol di salah satu sisi.
  • Bahu kanan dan kiri tidak sama tingginya.
  • Salah satu tulang belikat nampak menonjol karena tertekan.
  • Kadang, panjang kaki kanan dan kiri juga tidak sama.
  • Rasa nyeri pada bagian punggung, khususnya pada penderita skoliosis yang parah. Rasa nyeri akan lebih terasa jika lengkungan skoliosis bertambah.

Selain gejala tersebut, beberapa penderita skoliosis juga akan merasakan nyeri pada sekujur tubuh. Namun rasa nyeri itu berbeda-beda antara penderita yang satu dengan yang lain. Ada yang hanya merasa nyeri pada punggung, ada yang merasa nyeri pada leher hingga pinggul, bahkan ada yang merasakan nyeri hingga bagian tangan. Ada juga beberapa penderita skoliosis yang merasakan kesulitan bernapas. Hal ini terjadi karena salah satu organ pernapasan tertekan.

Skoliosis juga bisa mempengaruhi sistem saraf. Apalagi jika ujung saraf tertekan karena kondisi tulang belakang yang tertekan. Ada beberapa penderita yang juga merasakan lemah pada kaki. Bahkan jika saraf yang terganggu itu berkaitan dengan metabolisme tubuh, penderita skoliosis mungkin akan kehilangan kemampuan menahan air kecilnya. Dan masih banyak lagi gejala yang ditimbulkan, tergantung individu masing-masing.

Penyebab Kelainan Tulang Skoliosis

Penyebab skoliosis berbeda-beda antara penderita yang satu dengan yang lain. Skoliosis diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Berikut ini penjelasannya:

  • Skoliosis idiopatik, merupakan jenis skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis idiopatik ini bahkan tidak bisa dicegah. Dokter juga tidak bisa memastikan bahwa skoliosis jenis ini berkaitan dengan aktivitas dan usia penderita, karena kemungkinan besar skoliosis jenis ini dipengaruhi oleh faktor genetika. Skoliosis idiopatik mengambil peranan penting karena sekitar 80% dari penderita skoliosis adalah penderita skoliosis jenis idiopatik.
  • Skoliosis degeneratif, yang merupakan jenis skoliosis yang menyerang secara bertahap. Jenis skoliosis ini biasanya menyerang orang dewasa dan bisa terjadi karena banyak faktor. Faktor utama adalah rusaknya jaringan tulang belakang secara perlahan-lahan. Hal ini lah yang akan menyebabkan tulang melengkung secara perlahan.
  • Skoliosis kongenital, yang merupakan jenis kelainan tulang belakang karena tulang tidak tumbuh secara sempurna saat bayi berada di dalam kandungan.
  • Skoliosis neuromuskular, biasanya terjadi pada pasien lumpuh tulang atau kelainan pada otak. (baca juga: Macam Macam Penyakit Tulang)

Perawatan Pengobatan Skioliosis

Perawatan terhadap penderita skoliosis bisa dilakukan dengan banyak cara, tergantung dari tingkat parahnya skolosis tersebut. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Observasi, perlu dilakukan secara rutin selama sekian bulan sekali. Tujuannya untuk memantau perkembangan pelengkungan tulang belakang.
  • Penyangga, diperlukan untuk membantu pasien menghentikan pertambahan derajad kelengkungan tulang belakang.
  • Obat, hanya bisa diminum oleh penderita skoliosis dewasa. Fungsi dari obat-obatan ini pun tidak bisa menyembuhkan pasien, melainkan hanya meringankan rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien.
  • Operasi, hanya bisa dilakukan jika perawatan lainnya pada pasien tidak berhasil. Operasi yang dilakukan ini tentu akan memiliki risiko, seperti pembekuan darah atau kelumpuhan saraf. Hal ini terjadi karena operasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan penyangga berupa besi atau pengambilan bagian tulang yang menekan saraf-saraf.
  • Fisioterapi, bisa dilakukan untuk membantu melenturkan otot dan tulang. Namun sebelum melakukan fisioterapi, lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter ahli tulang. (baca juga: Makanan yang Mengandung Kalsium)

2. Lordosis

lordosisLordosis merupakan kelainan pada tulang belakang pada bagian bawah, yaitu di daerah dekat pinggul, dimana ada lengkungan yang berlebihan pada tulang belakang bagian bawah. Lordosis menyebabkan area pinggang menjadi pendek dan bagian panggul membentuk huruf C. Penderita lordosis juga memiliki postur tubuh yang tidak ideal, karena adanya kelainan pada struktur tulang belakang ini.

Gejala lordosis berbeda-beda setiap individu, tergantung dari parahnya lengkungan tulang belakang. Untuk lordosis parah, biasanya penderita akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Bentuk postur tubuh yang tidak ideal, dengan pinggang yang pendek. Biasanya perut dan bokong penderita lordosis juga terlihat lebih menonjol.
  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian punggung bawah atau pinggang karena kesalahan posisi tulang belakang.
  • Kejang otot karena terhimpitnya saraf atau tertekannya saraf pada tulang belakang.
  • Kesemutan atau mati rasa yang tidak berkesudahan atau sering dirasakan.
  • Kesulitan buang air kecil dan buang air besar karena saluran pencernaan yang ikut terpengaruh.

Penyebab Penyakit Lordorsis

Lordosis biasanya muncul di masa kecil. Namun ada juga beberapa kasus lordosis yang muncul ketika seseorang sudah dewasa. Penyebab lordosis bermacam-macam, tergantung individu masing-masing. Beberapa penyebab yang paling umum terjadi antara lain:

  • Postur tubuh yang buruk, bisa diakibatkan karena aktivitas salah yang dilakukan secara terus menerus sehingga mempengaruhi bentuk tulang belakang.
  • Kegemukan, yang mengakibatkan tulang belakang perlahan-lahan berubah struktur.
  • Osteoporosis, yang menyebabkan keroposnya tulang sehingga strukturnya tidak lagi ideal.
  • Gangguan disk pada tulang belakang.
  • Spondylolisthesis.
  • Achondroplasia. (baca juga: Cara Cepat Meninggikan Badan)

Perawatan penderita lordosis tidak jauh berbeda dengan skoliosis, yaitu obat untuk penghilang rasa sakit yang dirasakan pada bagian punggung, fisioterapi, melakukan olahraga seperti yoga dengan gerakan yang disesuaikan untuk lordosis, menurunkan berat badan untuk mengurangi lengkungan, menggunakan penyokong untuk mencegah parahnya lengkungan, serta menjalani operasi untuk kasus lordosis yang lebih parah lagi. Masing-masing perawatan yang akan dilakukan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar mengetahui cara perawatan mana yang paling akurat dan tepat untuk dilaksanakan.

3. Kifosis

Sponsors Link

kifosisKelainan pada tulang manusia yaitu, kifosis adalah kelainan tulang belakang yang menyerang bagian atas, sehingga penderita kifosis biasanya memiliki postur tubuh yang bungkuk. Kelainan ini membuat ada lengkungan yang berlebihan pada bagian atas tulang belakang, sehingga muncul bentuk yang condong ke depan.

Gejala yang paling terlihat pada penderita kifosis adalah postur tubuhnya yang tidak sempurna, yaitu adanya lengkungan di daerah punggung bagian atas yang menyerupai punuk. Selain itu, area bahu kebanyakan juga melengkung ke depan. Beberapa penderita kifosis bisa saja merasakan rasa nyeri di bagian punggung karena adanya ketidakstabilan postur tubuh. Beberapa penderita kifosis parah bahkan mengalami kesulitan bernafas, karena saluran pernafasan yang terhimpit atau tertekan. Dalam beberapa kasus, penderita kifosis juga akan mengalami kelelahan yang sering terjadi.

Penyebab penyakit kifosis, kelainan kifosis ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya:

  • Osteoporosis, yang merupakan kondisi dimana tulang kekurangan kalsium dan kekuatan, sehingga terjadi keropos tulang. Keropos tulang dapat menyebabkan ketidakstabilan postur tubuh pada tulang belakang.
  • Disk degenerasi yang mengering dan menyusur sehingga menyebabkan kondisi yang bengkok pada tulang belakang.
  • Penyakit Scheuermann, yang lebih rentan menyerang anak laki-laki
  • Cacat lahir, karena kurang sempurnanya pertumbuhan tulang di masa kehamilan sehingga ketika bayi lahir terjadi kifosis.
  • Sindrom Marfan atau penyakit Prader-Willi
  • Kanker dan kanker perawatan di tulang belakang dapat menyebabkan kondisi tulang belakang tidak lagi seimbang sehingga bisa memicu munculnya lengkungan kifosis
  • Arthritis
  • Cedera tulang belakang
  • Skoliosis

Perawatan penderita kifosis tidak jauh berbeda dengan skoliosis dan lordosis, yaitu sebagai berikut:

  • Obat untuk penghilang rasa sakit yang dirasakan pada bagian punggung. Obat tidak bisa menyembuhkan kifosis, hanya bisa mengurangi rasa sakit yang ada.
  • Fisioterapi
  • Yoga dengan gerakan yang disesuaikan untuk kifosis. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau para ahli yoga yang benar-benar tahu gerakan yang tepat.
  • Menurunkan berat badan untuk mengurangi lengkungan kifosis
  • Menggunakan penyokong untuk mencegah parahnya lengkungan
  • Operasi untuk kasus kifosis yang lebih parah lagi.

Masing-masing perawatan yang akan dilakukan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli tulang, agar mengetahui cara perawatan mana yang paling akurat dan tepat untuk dilaksanakan. Hati-hati, perawatan yang salah bisa jadi akan memperparah keadaan. Untuk mencegah timbulnya kelainan tulang pada tulang belakang, seperti skoliosis, lordosis, dan kifosis, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi vitamin dan mineral yang tepat. Untuk kesehatan tulang, vitamin D dan kalsium dibutuhkan. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan sehat serta berjemur di bawah matahari pagi sangat dianjurkan.
  • Melatih tulang dan otot dengan olahraga ringan. Sebisa mungkin olahraga setiap hari walaupun dalam kadar yang ringan. Misalnya banyak-banyak berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau yoga dengan gerakan sederhana.
  • Hindari aktivitas yang tidak sesuai dengan kaidah hidup sehat, misalnya merokok atau minum minuman keras. Hindari juga postur tubuh yang tidak ideal, misalnya jangan suka tidur di atas meja dengan keadaan kepala tertelungkup, atau mengerjakan pekerjaan di atas meja dengan punggung yang miring.

4. Osteoporosis

ads

osteoporosisOsteoporosis merupakan kelainan tulang yang cukup banyak terjadi di Indonesia, terutama pada masa tua. Osteoporosis adalah salah satu kondisi dimana tulang mengalami keropos karena kepadatan yang terus hilang. Osteoporosis biasanya tidak terasa, namun penderita baru mengetahuinya setelah terjadi retak tulang atau patah tulang karena jatuh. Secara umum, osteoporosis dibedakan menjadi tiga. Yang pertama adalah osteoporosis primer. Osteoporosis primer adalah osteoporosis yang menyerang orang lanjut usia. Biasanha menyerang wanita pasca menopause.

Jenis kedua adalah osteoporosis sekunder. Osteoporosis sekunder merupakan osteoporosis yang sering menimpa seseorang karena efek sampinh dari penyakit lainnya. Jenis ketiga adalah osteoporosis anak. Osteoporosis anak adalah osteoporosis yang menyerang anak-anak dalam masa pertumbuhan. Biasanya penderita osteoporosis tidak memgalami gejala yang terlihat atau terasa. Namun biasanya penderita osteoporosis akan mengalami perubahan postur tubuh, misalnya tulang belakanh yang membengkok, tinggi badan yang merendah, serta lebih mudah terkena retak tulang atau patah tulang ketika jatuh.

Penyebab utama osteoporosis adalah kurangnya kalsium pada tubuh yang mengisi kepadatan tulang. Kalsium yang semakin berkurang akan menyebabkan tulang keropos. Namun, ada juga penyebab lainnya seperti hal-hal berikut ini.

  • Faktor genetika, dimana kepadatan tulang memang rendah dari keturunan.
  • Sering merokok atau terlalu sering mengonsumsi minuman keras dan alkohol.
  • Adanya riwayat penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon yang terlalu aktif (hipertiroidisme).
  • Adanya kondisi malabsorpsi, atau ketidakmampuan organ pencernaan untuk menyerap nutrisi dari makanan, terutama kalsium.
  • Adanya konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang menyebabkan tulang keropos atau hilang kepadatannya.
  • Adanya radang atau infeksi pada tubuh yang menyebabkan lemahnya tulang dan sendi.

Cara mengobati osteoporosis yang paling utama adalah menghilangkan penyebabnya. Penyebab osteoporosia yang paling utama adalah kelurangan kalsium. Sehingga pengobatan yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium. Selain itu, penderita harus memaksimalkan masuknya vitamin D ke dalam tubuh.

Selain itu, ada beberapa obat yang bisa dikonsumsi untuk membantu mengatasi osteoporosis, di antaranya:

  • Alendronat

Alendronat tugasnya adalah untuk meningkatkan kepadatan massa tulang, khususnya pada wanita pasca menopause. Alendronat juga bisa membantu meningkatkan massa tulang pada tulang belakang dan panggul pada wanita. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang sulit menelan atau yang memiliki penyakit lambung dan saluran pencernaan.

  • Kalsitonin

Kalsitonin biasanya dianjurkan untuk orang yang menderita patah tulang belakang jika disertai rasa nyeri. Bentuk obat ini diberikan lewat suntik atau obat hisap.

Seperti halnya penyakit lainnya, osteoporosis bisa juga dicegah. Cara untuk mencegah osteoporosis adalah dengan melengkapi kebutuhan kalsium harian. Kalsium bisa dipenuhi dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium. Beberapa makanan dari jenis susu, daging, sayur, buah, bahkan kacang ada yang mengandung kalsium tinggi. Jenis makanan laut juga ada yang mengandung kalsium. Konsumsi makanan tersebut secara teratur, sebagai berikut pencengahannya:

  • Untuk memenuhi kalsium, disarankan setiap orang mengonsumsi susu sapi 2 gelas per hari. Selain itu, kebutuhan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi juga harus diperhatikan.
  • Banyak ostroporosis juga terjadi karena kurangnya vitamin D. Oleh sebab itu, berjemur di pagi hari akan membantu menyehatkan tulang dan mencegah osteoporosis.

Osteoporosis juga bisa dicegah dengan melatih tubuh secara fisik agar terbiasa bergerak secara bebas. Banyak olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda bisa mencegah keroposnya tulang. Asal olahraga tersebut dilakukan secara teratur, risiko osteoporosis bisa dihindari. Untuk orang yang sudah lanjut usia, pencegahan osteoporosis bisa dengan memimun susu setiap hari sambil terus berolahraga ringan setiap pagi di bawah sinar matahari pagi.

5. Artritis

Sponsors Link

atritisKelainan pada tulang manusia, yaitu artritis merupakan peradangan yang menyerang sendi atau persendian. Biasanya penderita akan mengalami kekakuan sendi, pembengkakan pada sendi, rasa sakit, dan keterbatasan gerak. Karena menyerang sendi, tentu saja gerak dan aktivitas akan terbatasi. Oleh karena itu, kelainan pada tulang ini akan membuat penderitanya kesulitan bergerak, terutama pada bagian sendi yang terkena peradangan. Gejala dari atritis berbeda-beda antara penderita yang satu dengan yang lain. Namun beberapa indikator berikut ini bisa memberikan gambaran mengenai gejala atritis.

  • Rasa sakit pada sendi
  • Demam
  • Pembengkakan pada sendi, seperti jari jemari atau lutut
  • Pincang, jika atritis terjadi pada bagian kaki
  • Tidak bisa berjalan, untuk atritis yang sudah parah

Artritis bisa terjadi karena adanya infeksi, ataupun tanda infeksi. Semua itu tergantung dari orang yang menderitanya. Penyebab utama atritis adalah terjadi kerusakan pada tulang. Kerusakan tulang ini bisa diperparah dengan hilangnya kolagen dan kondrosit di dalam tubuh. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan perubahan yang tidak dapat kembali.

Pencegahan pada atritis bisa dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan melakukan beberapa aktivitas berikut ini.

1. Melakukan perubahan pola makan

Makanan merupakan salah satu hal terpenting yang bisa mempengaruhi kondisi dan kesehatan tubuh. Maka dari itu, untuk menghindari berbagai macam penyakit, termasuk atritis, lakukan perubahan pola makan. Makanlah makanan-makanan sehat seperti sayur dan buah. Hindari makanan berlemak atau makanan yang mengandung kolesterol. Sebisa mungkin lakukan makan secara teratur.

2. Makan makanan yang mengandung anti oksidan tinggi

Salah satu penyebab adanya atritis adalah hilangnya kolagen dan kondrosit. Untuk mengatasi hal tersebut, makanan yang memiliki antioksidan tinggi akan membantu. Antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Selain itu, penuhi kebutuhan harian tubuh dengan makanan sehat yang direkomendasikan untuk kesehatan tulang dan gigi.

3. Kurangi konsumsi lemak

Lemak memang tidak memiliki hubungan langsung dengan tulang dan sendi. Namun, adanya lemak yang berlebihan akan menyebabkan kenaikan berat badan. Untuk kasus penyakit tulang, ada baiknya penderita menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal. Hal ini dikarenakan berat badan yang berlebih bisa memperparah kelainan pada tulang.

4. Lakukan olahraga

Selain makanan, hal yang perlu diperhatikan adalah olahraga. Saat ini banyak orang yang meninggalkan olahraga dengan alasan terlalu sibuk dan tidak bisa menyempatkan waktu. Padahal olahraga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Jika jarak rumah atau kost dekat dengan kantor, lebih baik berjalan kaki. Selain itu, naik turun tangga secara teratur juga bentuk dari olahraga yang bisa dilakukan setiap hari. Olahraga memang tidak bisa menyembuhkan penyakit, namun olahraga bisa mencegah timbulnya berbagai penyakit.

5. Kurang aktivitas yang berat

Untuk seseorang yang memang sudah menunjukkan gejala-gejala atritis, misalnya persendian terasa kaku, segera hentikan aktivitas yang terlalu berat. Aktivitas yang terlalu berat dapat menyebabkan kondisi tersebut semakin parah. Segera periksakan ke dokter jika dirasakan sendi mulai terasa sering kaku-kaku.

6. Lakukan diet

Untuk seseorang yang sudah memiliki berat badan berlebih, lebih baik segera melakukan diet. Tubuh yang gemuk itu memang tidak baik untuk kestabilan kesehatan tulang. Tubuh gemuk juga akan memberikan risiko yang lebih besar akan retaknya tulang atau peradangan pada tulang.

7. Istirahat yang cukup

Pencegahan berikutnya adalah dengan melakukan istirahat secara teratur. Atur pola tidur sehari-hari. Sebisa mungkin jangan begadang, dan usahakan untuk bangun pagi dalam keadaan segar. Setelah bangun, lakukan olahraga kecil-kecilan, baru kemudian melakukan aktivitas seperti biasanya. Istirahat teratur akan berpengaruh pada kesehatan tubuh. Dengan istirahat teratur, percayalah bahwa segala macam penyakit akan terhindar dengan sendirinya.

Dan masih ada beberapa penyakit tulang lainnya yang perlu kalian ketahui juga penyakitnya sebagai berikut:

  • Paget.
  • Osteogenesis imperfekta.
  • Kanker tulang.
  • Rakhitis.
  • Osteomalacia.
  • Akromageli.
  • Osteomilitis.
  • Perthes.

Demikianlah penjelasan mengenai 5 kelainan pada tulang yang sering dialami oleh masyarakat. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Jaga selalu kesehatan tulang dengan menjaga makanan sehat dan kebiasaan hidup baik. Banyak-banyak berolahraga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan aktivitas yang menyehatkan.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Tuesday 25th, July 2017 / 05:46 Oleh :