Sponsors Link

10 Akibat Jatuh Terduduk Bagi Wanita (No. 5 Paling Berbahaya)

Sponsors Link

Jatuh terduduk bagi wanita adalah dapat mengganggu bagian tulang ekor dan organ produktivitas di bagian pinggul. Jika hal ini dialami oleh wanita sebaiknya segera memeriksakan kejadian yang dialami ke dokter. Jika tidak dialami dengan serius dan tubuh ternyata mengalami cedera serius akan mengakibatkan komplikasi ini akan megganggu bagian tubuh yang lainnya. Wanita yang mengalami jatuh dengan keadaan duduk sebaiknya melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada bagian tulang ekor.  Hal ini sangat penting misalnya dengan melakukan berbagai pemeriksaan. Cara mengobati tulang ekor sakit adalah dengan melakukan penglihatan pada kondisi tulang menggunakan alat.

  • Rontgen
  • CT Scan

Hal ini untuk menghindari dampak yang lebih serius pada tubuh wanita. Berikut adalah beberapa hal yang dapat terjadi akibat dari jatuh dengan keadaan duduk pada wanita.

1. Patah Tulang Ekor

Jika mengalami duduk dengan keadaan yang duduk memiliki resiko untuk patah pada bagian tulang ekor. Hal ini akan mengganggu kinerja dan fungsi dari tulang ekor pada wanita. Tulang ekor memiliki fungsi untuk mendukung aktivitas duduk sehingga mampu untuk menopang bagian tubuh. Tulang ekor adalah bagian dari tulang belakang yang berada di paling bawah. Tulang ekor sakit juga memiliki peran dalam sistem saraf. Jika hal ini terus berlangsung akibatnya wanita tidak dapat melakukan aktivitas duduk dengan baik. Rasa sakit juga akan mendera ketika berdiri setelah duduk. Ini akan sangat menganggu kinerja gerak pada tubuh. Tubuh juga memiliki resiko untuk terjadinya gangguan pada sistem saraf.

2. Gangguan Sistem Saraf

Kerusakan yang terjadi pada akibat tulang ekor bengkok akan berpengaruh pada kelangsungan sistem saraf. Pada tulang belakang memiliki peran dalan mengantarkan impuls rangsang dari luar menuju sistem saraf pusat yakni sumsum tulang belakang dan otak. Hal yang harus diwaspadai adalah sel saraf adalah sel yang tidak memiliki kemampuan untuk beregenerasi. Jika mengalami hal ini maka sebaiknya melakukan konsultasi agar segera untuk ditangani. Penanganan yang benar akan meminimalisir dampak selanjutnya. Jadi sebaiknya wanita benar – benar menanganinya dengan baik, jangan sampai ada resiko komplikasi yang rentan terjadi pada area paha dan area pinggul.

3. Kerusakan Sumsum Tulang Belakang

Kerusakan pada sumsum tulang belakang terjadi karena adanya patahan sehingga sumsum tulang menjadi terurai. Sumsum tulang sangat penting perannya dalam pembentukan sel darah dan sangat penting sebagai bagian sistem saraf pusat. Jika mengalami kerusakan ini sebaiknya segera mendapat mendapat penanganan. Hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan wanita dan nyawa. Wanita dapat mendapatkan pengobatan dengan melalui berbagai operasi dan juga melakukan donor sumsum tulang. Komplikasi yang terjadi dapat berakibat fatal jika tidak segera untuk ditangani. Pada penderita kerusakan sumsum tulang belakang banyak penanganan dilakukan dengan jalan operasi. Hal ini juga beresiko pada kecacatan bagi penderita jika tidak ditangani dengan benar.

4. Kecacatan Permanen

Jika terjadi jatuh dalam keadaan duduk akan sangat berpengaruh pada bagian tulang belakang bawah. Tulang belakang telah diketahui sebagai bagian yang penting dalam menopang tubuh. Jika akibat jatuh terduduk bagi wanita dari tulang belakang pecah dan sulit untuk dilakukan penanganan sehingga menyebabkan pertumbuhan atau penyambungan tulang yang abnormal. Hal ini karena timbul adanya pecahan pada tulang yang mungkin merusak pada bagian sumsum tulang. Tulang dengan kerusakan yang parah sulit untuk disambungkan dan berakibat pada kecacatan yang permanen. Tulang belakang pada umumnya menjadi tulang yang sering mengalami kerusakan saat terjadi jatuh dengan keadaan yang duduk. Hal ini akibat adanya tekanan yang dirasakan oleh tulang belakang.

5. Kelumpuhan


Tekanan yang terjadi akibat dari jatuh dengan posisi duduk bisa saja terjadi. Hal ini karena pada tekanan mengganggu pada bagian tulang belakang, tulang pinggul, dan tulang paha. Kelumpuhan terjadi karena gangguan saraf yang ditimbulkan. Adanya tekanan yang mempengaruhi pada tulang, otot dan sendi berakibat pada tekanan untuk sel – sel saraf. Sel – sel saraf yang tidak dapat bekerja dengan maksimal akibatnya kehilangan kemampuan dalam mengantarkan impuls saraf ke efektor maupun saraf pusat. Sistem saraf yang terganggu maka akan pula mengganggu sistem gerak yang terjadi. Tubuh akan kehilangan kemampuan untuk merasakan rangsangan dari luar dan menanggapi rangsangan tersebut. Orang dengan kelumpuhan tidak akan mampu untuk beraktivitas dengan mandiri. Penanganan kelumpuhan dapat dilakukan dengan cara terapi. Hal ini dapat dikonsultasikan dengan dokter terbaik anda dan makan makanan yang baik untuk sakit tulang ekor.

6. Gangguan Organ Intim Wanita

Organ intim wanita berada di bagian bawah perut. Jika wanita jatuh dalam keadaan duduk akan menganggu sistem reproduksi pada wanita. Bagian tulang belakang, tulang paha, dan tulang pinggul yang cedera akan berdampak pada tergganggunya sistem orgam reproduksi. Ada banyak organ yang berada di area tersebut diantaranya adalah ovarium, rahim atau uterus, tuba fallopi, seviks, dan vagina. Ovarium memiliki fungsi untuk menghasilkan indung telur. Jika hal ini terganggu maka perempuan tidak akan mampu memasuki masa haid dan memasuki masa fertilisasi atau pembuahan sehingga terbentuk zigot. Tuba fallopi memiliki fungsi tempat pematangan dan pembuatan sel telur. Sel telur yang tidak matang maka tidak akan mampu untuk untuk dibuahi dan jika fertilisasi terganggu tidak akan mampu untuk menghasilkan zigot. Rahim atau uterus adalah tempat untuk menempelnya zigot, jika rahim tidak bekerja dengan baik maka embrio akan mengalami luruh dan terjadi keguguran. Serviks dan vagina akan menentukan terjadi pembuahan dengan melakukan hubungan seks dengan pasangan. Jika mengalai gangguan maka akan sulit untuk dilakukannya pembuahan. Wanita akan mengalami kesulitan untuk hamil.

7. Hubungan Intim Tidak Nyaman

Hal lain yang juga akan terjadi adalah ketidaknyamanan dalam berhubungan intim. Ini karena struktur dari pinggul dan paha yang mengalami gangguan. Wanita akan merasakan nyeri hingga tak tertahankan pada akibat jatuh terduduk bagi wanita saat melakukan hubungan seks. Hal ini juga bisa mengganggu keintiman pada pasangan. Pasangan harus segera mengatasi gangguan ini sehingga tidak timbul adanya cedera yang lebih lanjut. Masalah ini membutuhkan terapi sehingga dapat mengatasi posisi tulang yang sangat mengganggu hubungan intim. Konsultasi dengan dokter terbaik sehingga akan mendapatkan penanganan yang juga terbaik agar tidak menimbulkan efek samping yang lainnya.

8. Sakit Kepala

Sakit kepala terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang terganggu sehingga penyebabkan impuls rasa sakit yang muncul. Hal ini dapat diatasi dengan obar pereda rasa nyeri namun terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter. Pada pembentukkan sel darah yang terganggu juga dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh dan ketahanan tubuh pada berbagai macam penyakit. Hal ini menjadi pemicu adanya gangguan kesehatan yang diekspresikan dengan pusing.

9. Sulit Berjalan

Ada pasien yang juga mengalami kesulitan untuk berjalan hal ini terjadi karena adanya tekanan pada tulang belakang. Tulang belakang memiliki peran besar dalam membantu menyokong tubuh. Hal ini akan sangat menganggu jika bagian barisan tulang belakang mengalami gangguan. Tulang ini akan menumpu tubuh untuk berdiri sehinga sistem geraka akan dapat bergerak dengan baik. Jadi sebaiknya dilakukan terapi untuk struktur pada tubuh bergerak dengan baik. Hal ini juga sangat penting untuk menghindari tubuh dari berbagai kecacatan. Jika tubuh tidak dapat berjalan dengan baik maka akan membutuhkan alat bantu untuk berjalan. Saat ini sudah banyak alat bantu yang disediakan untuk mendukung dan mempermudah berjalan.

10. Mengalami Depresi.

Banyak penderita yang juga mengalami depresi karena keterbatasan dalam bergerak. Hal akibat jatuh terduduk bagi wanita ini berdampak pada gangguan-gangguan kesehatan mental yang terjadi pada penderita. Keterbatasan dalam bergerak yang terjadi kurang lebih selama dua minggu atau lebih akan sangat mempengaruhi pola pikir, suasana hati (mood), perasaan, dan berbagai cara menghadapinya.

Gejala yang Akan Muncul pada Penderita Cedera yang Mengalami Depresi, sebagai berikut:

  1. Penderita akan kehilangan selera untuk kembali menikmati hobi.
  2. Penderita merasakan kesedihan yang berkepanjangan.
  3. Penderita akan mudah untuk merasakan cemas.
  4. Penderita merasa hidupnya tidak ada harapan.
  5. Penderita akan mudah untuk menangis.
  6. Penderita akan merasa sangat bersalah, dan merasa dirinya tidak berharga serta tidak berdaya.
  7. Penderita merasa kehilangan percaya diri.
  8. Penderita akan berubah menjadi pribadi yang sangat sensitif
  9. Penderita akan mudah marah terhadap orang – orang yang ada di sekitar.
  10. Penderita akan kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu.
  11. Penderita akan berpikir untuk bunuh diri.

Banyak hal lain yang juga akan dialami oleh penderita dimana badan akan menjadi mudah merasa lelah. Badan juga mengalami pola gangguan tidur. Badan akan merasakan berbagai rasa sakit dan tidak mudah untuk mengalami kram. Pada saat ingin istirahat mengalami kesulitan. Gangguanpada pencernaan juga kerap akan dialami oleh penderita. Penderita sebaiknya melakukan pengobatan dengan obat sakit tulang belakang dan penanganan dengan baik sehingga hal – hal yang tidak diharapkan tidak akan terjadi. Penanganan semakin cepat akan berpeluang sembuh lebih besar dan lebih cepat.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Thursday 14th, December 2017 / 02:11 Oleh :