Sponsors Link

4 Pencegahan Rhabdomyolysis yang Mudah Untuk Anda Coba

Sponsors Link

Apakah Anda pernah mendengar penyakit rhabdomyolysis? Rhabdomyolysis merupakan suatu penyakit ketika terjadi kerusakan pada jaringan otot, di mana serat-serat otot mati dan tidak berfungsi. Sehingga hal ini akan menyebabkan isi dari serat keluar atau lepas, kemudian memasuki aliran darah dalam tubuh. Terjadinya kerusakan ini juga akan menyebabkan masuknya mioglobin ke dalam aliran darah, sementara mioglobin sendiri fungsinya adalah untuk menyimpan oksigen yang dibutuhkan oleh otot.

ads

Jika hal ini dibiarkan saja akan terjadi penumpukan mioglobin dalam darah, yang pada akhirnya akan mengakibatkan komplikasi kesehatan. Misalnya yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal yang juga merupakan komplikasi yang bisa timbul ketika tulang rusuk sakit saat bernapas, sehingga terjadi kerusakan fungsi ginjal dalam pembuangan zat yang tidak diperlukan tubuh melalui urin. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan rhabdomyolysis beserta dengan gejalanya. Seperti berikut ini.

Upaya pencegahan penyakit rhabdomyolysis

Kejadian rhabdomyolysis ini sering dikaitkan dengan gagal ginjal, sehingga upaya pencegahan rhabdomyolysis pun tidak jauh berbeda dengan pencegahan gangguan ginjal ataupun gangguan otot seperti halnya dengan teknik pencegahan distrofi otot. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti di bawah ini:

  • Minum banyak cairan terutama air putih, yang juga sering dipakai sebagai cara mengatasi spasme otot terutama sebelum dan setelah melakukan aktivitas. Sehingga tubuh akan tetap terhidrasi atau tidak kekurangan cairan, juga bisa membantu ginjal dalam mengeluarkan mioglobin dari dalam tubuh.
  • Banyak mengkonsumsi makanan untuk cedera otot seperti buah-buahan ataupun sayur, yang kaya akan vitamin dan mineral untuk menambah asupan nutrisi untuk otot. Sehingga otot akan terjaga kesehatannya dan secara tidak langsung bisa menjadi pencegahan rhabdomyolysis.
  • Berhenti mengkonsumsi stimulan seperti minuman berenergi, juga alkohol ataupun kafein karena bisa memicu dan mempermudah otot mengalami kontraksi atau gangguan, juga bisa mempermudah munculnya  macam macam penyakit tulang lainnya.
  • Jangan terlalu memforsir tubuh untuk melakukan aktivitas berat atau berolahraga dalam waktu lama tanpa beristirahat, lakukan istirahat atau peregangan di sela selanya agar otot tidak otot beraktivitas sewajarnya dan tidak melebihi kemampuan yang dialami juga menjadi salah satu pencegahan rhabdomyolysis.

Gejala penyakit rhabdomyolysis

Beberapa upaya pencegahan di atas pada dasarnya tidak hanya bermanfaat untuk mencegah rhabdomyolysis, namun juga dapat mencegah gangguan persendian maupun penyakit ortopedi lainnya. Setelah mengetahui pencegahannya, ada beberapa gejala dari penyakit rhabdomyolysis yang perlu diketahui dan diwaspadai, seperti:

  • Nyeri dan terdapat memar di bagian otot yang cedera.
  • Melemahnya kekuatan otot.
  • Merasa lelah yang amat sangat atau berkepanjangan.
  • Terasa mual, muntah dan pusing.
  • Tidak enak badan, demam.
  • Nyeri atau kram pada perut.
  • Urin yang dikeluarkan sedikit dan berwarna gelap.
  • Frekuensi buang air kecil yang tidak teratur.
  • Kurangnya tingkat kesadaran.

Untuk penanganan rhabdomyolysis sendiri sebaiknya dikonsultasikan pada dokter untuk mencegah adanya kelainan pada tulang ataupun lainnya. Demikian informasi mengenai beberapa pencegahan rhabdomyolysis beserta dengan gejala yang bisa ditimbulkan. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, ,
Post Date: Thursday 24th, January 2019 / 02:33 Oleh :
Kategori : Pencegahan