Sponsors Link

11 Cara Menyembuhkan Saraf Kejepit Ditulang Ekor Tanpa Operasi

Sponsors Link

Saraf kejepit dapat terjadi akibat trauma, penyakit degeneratif pada tulang belakang, atau akibat proses penuaan. Dilihat dari proses terjadinya, saraf kejepit dapat terjadi secara tiba-tiba ataupun bertahap. Mengangkat beban terlalu berat dengan posisi yang tidak benar, jatuh dengan bertumpu pada bokong atau punggung, tergelincir, atau menahan bersin dapat menyebabkan saraf kejepit secara tiba-tiba. Seiring dengan pertambahan usia gel nucleus pulposus akan mengering dan kehilangan elastisitasnya, sehingga lebih mudah keluar dari kartilago yang membatasinya. Saraf kejepit yang disebabkan oleh penuaan tersebut akan berproses secara bertahap. Selain itu, penyakit pada tulang belakang seperti osteoarthritis dan radang tulang belakang (ankylosing spondylitis) juga dapat menyebabkan saraf kejepit yang bertahap.

ads

Saraf kejepit dapat terjadi pada seluruh bagian tulang belakang, termasuk di bagian tulang ekor. 90% penyakit saraf kejepit terjadi pada area pinggang dan tulang ekor. Tulang ekor merupakan bagian terbawah dari tulang belakang. Pada bagian ini terdapat banyak sekali saraf, di antaranya yaitu saraf-saraf yang mempersarafi tubuh bagian bawah, seperti bokong, pinggang, paha, dan kaki. Saraf tersebut mempengaruhi pergerakan kaki, kontrol pada usus besar, kandung kemih, dan alat reproduksi seperti rahim dan testis, sehingga jika saraf pada tulang ekor terjepit maka fungsi-fungsi pada organ tubuh tersebut akan teganggu.

Apa itu Syaraf Kejepit ? 

Saraf kejepit merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh sebagian orang. Seperti penyakit saraf pusat lainnya, penyakit ini dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan dan disabilitas yang cukup serius. Dampak-dampak tersebut tentunya dapat mengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. Sebenarnya apa itu saraf kejepit di tulang ekor dan bagaimana cara menyembuhkan saraf kejepit ditulang ekor secara medis?

Saraf kejepit dalam istilah medis dikenal dengan herniated invertebral disk atau herniated nucleus pulposus (HNP), merupakan masalah pada pada saraf dimana terjadi perusakan atau ruptur jaringan kartilago yang mengelilingi bantalan tulang belakang atau intervertebral disk. Rupturnya jaringan tersebut menyebabkan cairan gel yang terdapat dalam bantalan invertebral disk, yang disebut nucleus pulposus, menjadi menjulur keluar dan menyebabkan penekanan pada saraf yang ada pada tulang belakang.

Gejala Penyakit Syaraf Kejepit

Gejala yang paling umum pada saraf kejepit di tulang ekor yaitu nyeri pada pinggang atau sakit tulang belakang bawah (low back pain). Terdapat banyak penyebab tulang belakang sakit, namun nyeri yang disebabkan oleh saraf kejepit biasanya menjalar ke area bokong dan bagian belakang kaki hingga pergelangan kaki. Pasien juga akan mengeluh nyeri ketika mengangkat salah satu kaki sambil ditekuk. Nyeri akan semakin parah oleh berbagai perubahan posisi dan aktivitas, seperti duduk, menggeliat, membungkuk, batuk, bersin, menaiki tangga, berjalan, dan berkendara. Duduk dalam waktu yang lama dan menaiki tangga akan mengakibatkan nyeri yang sangat hebat. Nyeri dapat berkurang dengan istirahat.

Selain nyeri terdapat beberapa gejala lainnya yang mungkin dirasakan oleh pasien dengan saraf kejepit di tulang ekor. Gejala tersebut di antaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Keabnormalan postur tubuh
  2. Ketika berdiri, leher pasien dengan cara menyembuhkan saraf kejepit ditulang ekor akan terlihat sedikit bungkuk ke depan, tulang punggung bengkok dan miring , bokong dan lutut akan sedikit tertekuk
  3. Terjadi spasme otot pada tulang belakang
  4. Gangguan gerak berupa kelemahan pada kaki
  5. Gangguan fungsi seksual
  6. Gangguan berkemih
  7. Gangguan eliminasi (buang air besar)
  8. Mati rasa pada bagian bawah tubuh
  9. Hilangnya refleks pada lutut dan pergelangan kaki

Pengobatan Syaraf Kejepit

Cara menyembuhkan saraf kejepit pada tulang ekor dapat dilakukan secara konservatif atau non-bedah dan secara bedah. Hal tersebut sangat tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dirasakan oleh penderita.


  • Terapi Konservatif

Sebagian besar penyakit saraf kejepit diobati dengan cara konservatif, kecuali penderita mengalami gangguan saraf yang berat. Terapi konservatof bertujuan untuk mengurangi nyeri dan menyembuhkan saraf dengan sendirinya melalui mekanisme alami tubuh. Biasanya terapi ini diresepkan selama 2-6 minggu setelah terjadi saraf kejepit. Beberapa obat-obatan digunakan selama terapi ini, seperti obat anti nyeri untuk mengurangi nyeri dan peradangan, dan obat jenis muscle relaxants untuk mengurangi spasme otot dan merilekskan otot pada tulang belakang. Selain itu, berbagai cara lainnya juga dapat dilakukan untuk mengurangi gejala.

  • Edukasi mengangkat beban yang benar: Penderita akan mendapat penyuluhan mengenai bagaimana cara mengangkat beban yang benar seperti diawali dengan melebarkan kedua kaki, mengangkat beban dengan otot lengan sambil menekuk lutut, dan meminimalisir pengangkatan beban langsung dengan tangan.
  • Latihan fisik: Latihan fisik untuk melatih otot leher dan tulang belakang dilakukan untuk menguatkan otot tulang belakang dan mengurangi tulang belakang yang sakit. Latihan yang dilakukan berupa peregangan dan aerobik, seperti yoga, berjalan dan berenang.
  • Terapi pijat: Terapi pijat dapat mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya cedera tulang belakang. Selain itu dapat merilekskan otot.
  • Hidroterapi: terapi ini dilakukan dalam air, biasanya seperti berendam atau duduk pada kolam air hangat. Terapi ini dapat merelaksasikan otot dan mengurangi nyeri.

Sebagian besar penderita saraf kejepit akan membaik dengan terapi konservatif. Jika gejala nyeri yang dirasakan terus berlanjut, maka perlu dilakukan pembedahan.

  • Terapi Bedah

Pembedahan diperuntukkan bagi pasien yang tidak mengalami perbaikan selama terapi konservatif atau mengalami gangguan saraf yang serius. Berbagai jenis tindakan bedah dilakukan untuk mengatasi masalah saraf kejepit. Jenis pembedahan tersebut sangat dipengaruhi oleh lokasi dan kondisi dari tulang belakang pasien itu sendiri.

1. Laminectomy

Laminectomy merupakan jenis pembedahan yang paling sering dilakukan. Laminectomy merupakan tindakan pengangkatan lamina tulang belakang. Lamina merupakan bagian menonjol pada setiap ruas tulang belakang. Pengangkatan lamina ini bertujuan untuk meredakan penekanan pada saraf. Biasanya juga dilakukan bersamaan dengan pengangkatan bagian dari gel nucleus yang menjulur ke luar.

2. Laminotomy

Laminotomy merupakan pembedahan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan saraf kejepit di tulang ekor. Pembedahan dilakukan dengan cara melubangi tulang belakang pada bagian di dekat saraf yang terjepit. Lubang ini akan menghilangkan tekanan pada saraf, sehingga saraf tidak akan terjepit lagi.

3. Hemilaminectomy

Hemilaminectomy merupakan pembedahan yang hampir sama dengan laminectomy, yaitu berupa pengangkatan ujung tulang menonjol pada ruas tulang belakang. Namun pada hemilaminectomy ini, sebagian dari ruas tulang belakangnya sendiri ikut dipotong untuk memperbesar ruang untuk saraf. Tujuan pembedahan adalah untuk mengurangi tekanan pada saraf dan mengurangi nyeri.

4. Spinal fusion

Spinal fusion atau fusi tulang belakang merupakan tindakan mengganti bantalan atau intervertebral disk dengan potongan tulang lain yang berasal dari bagian tubuh lain, biasanya dari panggul. Ukuran tulang yang dijadikan donor harus mengikuti bentuk dan tinggi dari bantalan atau intervertebral disk yang dihilangkan. Fusi ini bertujuan untuk menghilangkan penekanan pada saraf dan menstabilkan kondisi tulang belakang.

5. Foraminotomy

Foraminotomy adalah pembesaran ruang antara bantalan intervertebral disk dengan tulang belakang. Tujuannya adalah untuk memberikan space lebih besar dan menghilangkan tekanan pada saraf. Lokasi dan ukuran pemotongan tulang sangat bergantung pada preferensi dokter bedah dan lokasi serta ukuran dari disk yang rusak.

6. Intradiscal electrothermal therapy (IDET)

IDET merupakan jenis terapi energi panas yang digunakan untuk mengurangi nyeri akibat bantalan disk yang menonjol. Jarum khusus akan dimasukkan ke dalam bantalan disk dan dipanaskan hingga suhu tinggi. Suhu tinggi tersebut akan menebalkan dan mengunci dindidng bantalan disk sehingga mengurangi pembengkakkan.

7. Microdisketomy


Disketomy merupakan pembedahan untuk menghilangkan gel nucleus yang keluar dari disk. Pada microdisketomy, pembedahan dilakukan dengan teknik mikro dengan membuat lubang yang sangat kecil berukuran 2,5 cm pada tubuh pasien. ukuran luka yang sangat kecil akan meminimalisir kehilangan darah selama pembedahan dan memakan waktu sekitar 15-30 menit saja untuk operasi.

Lubang tersebut akan dibuat di atas pinggang, kemudian sebuah tabung atau kanula akan dimasukkan dengan bantuan x-ray hingga mencapai bagian tulang belakang yang terkena. Kemudian alat khusus akan memotong bagian yang menekan saraf. Pembedahan dengan jenis ini dapat mengurangi resiko terjadinya cedera pada jaringan lain di sekitar tulang belakang dan memicu pemulihan yang lebih cepat setelah operasi, serta memperpendek waktu perawatan di rumah sakit.

Komplikasi Pembedahan

Penderita yang telah melakukan pembedahan saraf kejepit dapat mengalami kekambuhan. Saraf yang terjepit mungkin saja muncul di bagian yang lain. Penderita juga mungkin akan mengalami peradangan pada tulang belakang yang biasanya ditandai dengan nyeri tulang belakang bawah yang menjalar hingga bokong. Selain itu bekas perlukaan selama pembedahan juga dapat menyebabkan peradangan di sekitar tulang belakang. Secara medis, terapi pembedahan yang dilakukan hanya bertujuan untuk menghilangkan penekanan pada saraf sehingga tidak terjepit lagi, namun tindakan tersebut tidak menghilangkan gangguan saraf yang terjadi.

Saraf merupakan bagian tubuh yang tidak dapat melakukan regenerasi, sehingga sekali saraf mengalami kerusakan dan mati maka saraf tersebut tidak dapat sembuh. Jika kerusakan telah menyebabkan kematian pada saraf maka saraf tidak akan sembuh. Penderita saraf kejepit di tidak mengalami sembuh total dalam artian tidak semua keluhan yang dirasakan dapat hilang dan sembuh seperti sebelumnya jika memang saraf telah mati. Namun perlu diingat bahwa pembedahan hanya dilakukan jika penderita tidak membaik dengan terapi konservatif dan hampir semua pasien membaik dengan terapi konservatif. Oleh karena itu, penderita tidak perlu khawatir, cara menyembuhkan saraf kejepit ditulang ekor secara medis tidak harus mutlak dengan pembedahan dan sebagian besar pasien mengalami perbaikan tanpa dilakukan operasi.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Tuesday 16th, January 2018 / 03:44 Oleh :
Kategori : Pengobatan