Sponsors Link

14 Pencegahan Miastenia Gravis yang Mudah Dilakukan

Sponsors Link

Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baik makhluknya. Ini membuktikan bahwa manusia memiliki segala sesuatu serta potensi yang sempurna. Sebagai wujud syukur terhadap penciptaan tubuh yang sangat sempurna ini, bisa dilakukan dengan merawat kesehatan tubuh dengan baik. Akan tetapi, Tuhan juga terkadang memberikan cobaan kepada manusia dengan diberikan suatu kelemahan. Baik kelemahan sesaat maupun permanen sepanjang hidup. Kelemahan permanen yang diberikan Tuhan bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada seseorang. Karena Tuhan pasti memberikan suatu kelebihan untuk menutupi kekurangan yang dimiliki seseorang. Untuk bisa menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang ada, tergantung dari bagaimana manusia tersebut membangun motivasi untuk menggunakan kelebihannya secara optimal. (baca juga : penyebab distrofi otot)

Mistenia gravis salah satu penyakit yang faktor penyebabnya bisa terjadi karena genetik. Miastenia gravis merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kondisi autoimun. Penyakit miastenia gravis merupakan  penyakit yang terjadi karena terputusnya komunikasi antara saraf dan otot. Dan otot yang biasanya terserang adalah otot wajah, mata, serta otot yang mengendalikan proses menelan, tenggorokan, lengan dan kaki. Kelemahan pada otot biasanya akan muncul pada 3 tahun pertama. (baca juga : pencegahan distrofi otot)

Kondisi autoimun yang menyebabkan munculnya penyakit ini merupakan kondisi dimana ada gangguan dalam proses menghantarkan sinyal saraf menuju otot. Kondisi autoimun ini merupakan penyerangan antibody terhadap jaringan-jaringannya sendiri. Autoimun merupakan kondisi dimana adanya kelainan sistem metabolisme atau kekebalan tubuh sehingga menyerang jaringan dan saraf sehat didalam tubuh. Penyakit yang memiliki kemiripan dengan ciri-ciri orang yang menderita tetanus serta cerebral palsy juga dapat dicegah. Pencegahan miastenia gravis bisa dilakukan dengan beberapa cara. (baca juga : cara melemaskan otot tangan setelah patah tulang)

Penyakit miastenia gravis yang diderita oleh seseorang sejak bayi juga karena faktor genetik. Penyakit ini menyerang semua orang tanpa memandang usia. Wanita memiliki resiko tiga kali lebih tinggi untuk terserang penyakit ini. Usia di bawah 40 tahun merupakan usia yang rentan mendapat serangan penyakit ini pada wanita, sedangkan pria biasanya diatas 60 tahun. Tanda-tanda yang dapat diamati dengan mata telanjang yakni bisa dilihat pada kelemahan otot yang biasa terjadi pada bagian mata, yakni :

  • Pergerakan bola mata
  • Ekspresi wajah yang ditunjukkan
  • Proses mengunyah dan menelan
  • Saat berbicara atau komunikasi (baca juga : makanan untuk patah tulang paha)

Gejala Miatenia Gravis

Gejala yang biasanya muncul yakni :

  • Melemahnya otot yang biasanya tidak terasa sakit pada otot akan tetapi sebagian penderita merasa nyeri saat gejala kambuh utamanya ketika melakukan aktivitas fisik. Hal ini karena hantaran sinyal saraf tidak dapat ditangkap oleh otot. Sinyal saraf yang akan dihantarkan ke ujung-ujung saraf akan menghasilkan senyawa asetilkolin yang selanjutnya ditangkap oleh reseptor di otot. Sistem kekebalan tubuh atau metabolisme tubuh akan menghasikan protein yang menghancurkan reseptor otot pada saat terjadi kondisi autoimun, sehingga asetilkolin tidak dapat ditangkap oleh otot yang menyebabkan otot melemah karena tidak mampu berkontraksi lagi (baca juga : terapi untuk penderita osteoarthritis)
  • Kelopak mata yang susah berkontraksi bisa diamati ketika kelopak mata turun akan susah untuk terbuka kembali
  • Penglihatan mulai kabur atau bahkan ganda
  • Penderita miastenia gravis memiliki ekpresi wajah yang sangat terbatas, contohnya penderita sulit untuk tersenyum
  • Suara berubah menjadi sengau atau bahkan pelan serta pada stadium yang lebih parah penderita bisa kesulitan dalam berbicara
  • Sulit menelan ataupun mengunyah yang dapat menyebabkan penderita mudah tersedak ketika makan
  • Kesulitan untuk bernafas yang bisa saja terjadi ketika penderita sedang beraktivitas atau berbaring
  • Terganggunya mobilitas didalam tubuh bisa terlihat dari bagaimana cara jalan yang ditandai dengan kondisi pincang atau kesulitan mengangkat barang, naik tangga atau bahkan bangun dari tempat duduk. (baca juga : tulang ekor sakit saat bangun dari duduk)

Pencegahan Miastenia Gravis


Setiap penyakit yang menyerang pasti memiliki obat. Jikalaupun tidak ada obat yang mampu memberikan kesembuhan, pasti akan ditemukan pencegahan agar sebuah penyakit tidak terus menyebar. Sama halnya dengan miastenia gravis yang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Akan tetapi, beberapa pencegahan miastenia gravis dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pencegahan miastenia gravis bisa dilakukan dengan bantuan medis, obat-obatan atau bahkan mengubah pola hidup. Penjelasan mengenai pencegahan miastenia gravis yang dapat dilakukan untuk mencegah semakin parahnya gejala yang muncul sebagai berikut:

  • Istirahat sebelum kelelahan merupakan pencegahan miastenia gravis yang sangat mudah dan murah serta bisa dilakukan sebagai pencegahan miastenia gravis tahap awal
  • Menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi. Karena setiap penyakit biasanya bermula adanya infeksi didalam tubuh, sehingga tidak ada salahnya jika menjaga kebersihan demi kesehatan tubuh
  • Penanganan infeksi yang harus dilakukan secara tepat
  • Suhu tubuh harus normal tidak boleh terlalu panas atau bahkan dingin
  • Mengurangi stress dengan menangani stres secara efektif
  • Lakukan check up pada dokter tepat waktu serta mengikuti instruksi dokter
  • Tidak merokok dan menghindari debu, yang notabenenya debu memiliki banyak sekali bakteri serta virus
  • Melakukan terapi fisik agar otot tetap memiliki kekuatan
  • Tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat ketika pasien merasa penglihatan mulai terganggu
  • Mengkonsumsi makanan dengan tekstur yang halus untuk mengatasi gejala sulit menelan
  • Berkonsultasi dengan dokter neurologi sangat dibutuhkan (baca juga : tulang ekor sakit saat duduk lama)

Obat Pencegahan Miastenia Gravis

Selain itu, pencegahan miastenia gravis yang dapat dibantu dengan medis yakni :


  • Menggunakan obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan seperti penghambat kolinesterase yang digunakan untuk menangani penyakit miastenia gravis yang masih berada pada tahap awal. Imunosupresan serta kortikosteroid digunakan ketika pasien mengalami penyakit miastenia gravis pada tahap yang parah atau mengkhawatirkan. Perlu diketahui bahwa konsumsi obat-obatan tersebut memiliki efek samping bagi kinerja tubuh yang lainnya seperti terjadi diare, kram perut, mual, serta otot beredut. Jangka panjang bisa memicu penyakit diabetes, osteoporosis, serta obesitas.

  • Melakukan terapi

Pencegahan miastenia gravis bisa juga dilakukan dengan cara terapi. Terapi biasanya dilakukan bagi pasien yang sudah bisa dikatakan memiliki miastenia gravis dengan stadium tinggi. Terdapat dua cara yang bisa dilakkan yakni dengan plasmaferesis yakni memasukkan darah dalam sebuah mesin yang dapat menyingkirkan atibodi penghalang sinyal dari saraf ke otot. Yang kedua, terapi immunoglobulin dilakukan melalui infus untuk memasukkan antibodi normal dari darah seorang pendonor sehingga mengubah sistem kekebalan tubuh pasien menjadi lebih baik. Tapi pengobatan dengan cara seperti ini hanya bersifat sementara. (baca juga : langkah-langkah latihan jalan setelah patah tulang)

  • Operasi kelenjar timus

Operasi peningkatan kelenjar timus hanya dianjurkan bagi pasien berusia di bawah 60 tahun. Operasi ini juga bisa disebut dengan timektoni. Jika penderita tidak memiliki tumor timus, cara pencegahan miastenia gravis agar berkurang tingkat keparahannya bisa dilakukan dengan timektomi. Tetapi khasiatnya dapat terlihat dalam waktu yang cukup lama sekitar 1 hingga 3 tahun.

Semoga beberapa gejala serta pencegahan miastenia gravis yang telah dijabarkan sebelumnya bisa difahami dan bisa dilakukan untuk mencegah pada tingkat yang lebih parah. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan yang utuh untuk semuanya.

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Saturday 12th, May 2018 / 05:24 Oleh :
Kategori : Pencegahan