Sponsors Link

Tulang Rawan: Ciri-Ciri dan Fungsinya

Sponsors Link

Hai, kembali kita bersua dalam beberapa artikel yang masih berhubungan dengan tulang. Tentu saja, kamu minat dengan artikel kali ini yang memuat informasi penting untuk kita semua. Pernahkah kamu mendegarkan istilah dari tulang rawan atau kartilago? Ya, satu di antara tulang-tulang lainnya yang terdiri dari jaringan ikat dalam tubuh seperti hidung, telinga, dan beberapa ujung tulang keras seperti sendi tulang contohnya. Namun, sudahkah kalian mengerti pengertian tulang rawan: ciri-ciri dan fungsinya. Mari kita simak artikel berikut ini. (Baca juga: Cara Mencegah Osteoporosis)

ads

Kali ini, kita akan membahas pengertian, ciri-ciri hingga ke jenis-jenis dari tulang rawan. Jika secara sederhana, bahwa tulang rawan ini merupakan tulang yang tersusun oleh beberapa jaringan penyusunnya. Secara harfiah, tulang rawan ini merupakan jaringan ikat yang sifatnya lentur dan terdiri dari beberapa zat dari beberapa sel. Tulang ini juga mengandung beberapa zat perekat yang kandungannya adalah zat kapur. Nah, zat kapur inilah yang dikatakan sebagai kolagen. (Baca juga: Cara cepat Meninggikan Badan)

Nantinya, ketika tubuh sudah bertumbuh dewasa, tulang rawan ini akan tergantikan oleh tulang keras, namun tidak semua tulang rawan digantikan dengan tulang keras. Tulang rawan yang tidak digantikan oleh tulang keras di masa dewasa ini di antaranya adalah telinga, hidung, dan sendi juga beberapa ujung tulang keras.

Pengertian Tulang Rawan

Tulang rawan atau biasa disebut dengan istilah ‘kartilago’ merupakan beberapa jaringan ikat yang membentuk suatu kelompok yang memiliki fungsi sebagai penyokong tubuh pada manusia dewasa. Selain sebagai penyokong tubuh, bahwa tulang rawan ini sangat penting keberadaannya di dalam pembentukan tulang sejati juga sebagai penyokong tubuh embrio milik vertebrata ini. (Baca juga: TBC Tulang)

Dengan demikian, bahwa jaringan tulang rawan atau kartilago ini termasuk ke dalam jenis jaringan ikat yang fungsinya sebagai penopang jaringan lain atau organ tubuh pada manusia.

Perlu diketahui, bahwa jaringan tulang rawan tersebut terbentuk dari beberapa sel mesenkim yang nantinya berdiferensiasi hingga menjadi fibroblas. Dengan kata lain, bahwa sel-sel mesenkim tersebut sangatlah berperan penting dalam pembentukan tulang. Hal ini disebabkan karena sel-sel tersebut dapat menghasilkan sel-sel lain seperti sel kondroblas dan osteoblas. Tak hanya itu, sel yang sudah menjadi fibroblas nantinya yang akan menghasilkan substansi dasar untuk menyusun tulang pada tahap pertama kalinya. Maka dari itu, tulang rawan ini dapat menopang yang fungsinya sebagai penopang utama di dalam pertumbuhan embrio vertebrata sebelumnya nantinya digantikan oleh tulang sejati setelah kelahiran. Walaupun demikian, tulang rawan ini juga ada di dalam tubuh manusia dewasa untuk menopang organ tertentu, yang mana organ-organ tersebut merupakan organ yang bersifat elastis yang dimiliki oleh tulang rawan. (Baca juga: Ciri-Ciri Kanker Tulang Belakang)

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa tulang rawan atau kartilago ini merupakamn jenis jaringan ikat yang menyusun dan berfungsi sebagai sistem gerak jaringan tulang. Sel-sel tulang rawan ini nantinya akan mengeluarkan matriks yang disebut sebagai kondrin. Matriks inilah yang membuat tulang rawan ini bersifat licin, kuat, dan lentur. Sehingga, tulang-tulang pada penyusun rongga dada dapat bergerak bebas mengikuti pemekaran paru-paru ketika bernapas. Hal ini disebabkan karena adanya sifat tulang rawang yang lentur. Tak hanya lentur, tulang rawan yang sifatnya kuat ini dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang dapat tahan dan kuat akan tekanan sehingga dapat kembali ke bentuk semula dengan mudah.

Pertumbuhan Tulang Rawan

Di dalam pembentukan tulang rawan pada embrio, sel-sel mesenkim ini akan menyusutkan cabang-cabangnya. Kemudian sel-sel tersebut akan berkumpul dalam agregasi padat yang dikenal dengan istilah pusat kondrifikasi. Sel-sel yang berkumpul tersebut sangatlah berdekatan, bahkan batas-batasnya pun tidak tergambar jelas. (Baca juga: Penyakit Tulang Belakang)

Mereka akan mensekresikan ke sekitarnya yang disebut sebagai matriks amorf metakromatik. Hal ini akan menyebabkan membesarnya dan berkembangnya sel prekursor. Lalu, kolagen akan disekresikan secara bersamaan, namun serabut yang dibentuk tadi sifatnya tertutup oleh matriks hyalin. Hal ini membuat kolagen terpendam. Sel-sel akan terisolasi dalam kompartemen masing-masing atau lacuna dan akan berangsur memperoleh ciri sitologi kondrosit dewasa. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan jumlah materi interstisial. (Baca juga: Kelainan Pada Tulang)

Ciri-Ciri Tulang Rawan

Namun, perlu diwaspadaai, bahwa tulang rawan yang sesuai dengan namanya adalah ‘rawan’ bahwa tulang ini merupakan jenis tulang yang sangat sensitive akan bahaya. Jika tulang ini terkena gangguan sedikit pun, maka dapat mengakibatkan hal-hal yang fatal. Tidak terbayang kan, jika telinga kita patah, hal ini dapat merusak keseimbangan tubuh kita. Itu sebabnya kenapa, tulang ini dinamakan sebagai tulang rawan. Yaitu tulang yang sangat sensitive akan bahaya yang terjadi di lingkungan sekitar. Adapun beberapa ciri tulang rawan yang perlu kita ketahui sebagai perbedaan antara tulang rawan dengan tulang lainnya:

  1. Tersusun Sel Tulang Rawan

Tulang rawan ini terdiri dan tersusun dari beberapa sel kondroblas yang berkembang menjadi kondrosit. Nantinya, sel-sel tersebut menghasilkan cairan berupa protein sebagai cairan dalam pembentukan tulang rawan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sel kondroblas inilah yang membentuk sel tulang keras.

2. Substansi Dasar

Substansi dasar ini terdiri dari serat dan protein. Di dalam tulang rawan akan terdapat sel-sel penyusun tulang yang mensekresikan cairan ekstraseluler berupa kondoitin sulfat yang lebih elastik dibandingkan matriks penyusun tulang keras. Tak hanya beberapa sel penyusun, tulang rawan pun juga tersusun dari beberapa serat yang beragam seperti kolagen dan elastis. Nah, adanya kompsosisi dari ragam serat inilah yang membuat tulang rawan ini berbeda-beda, hingga membentuk beberapa jenis tulang rawan yang menyusun tubuh manusia. (Baca juga: Macam-Macam Penyakit Tulang)

Sponsors Link

3. Berbentuk Khusus

Tulang rawan ini merupakan jenis tulang dalam tubuh yang memiliki bentuk yang khusus dengan jaringan ikat sebagai penyokong jaringan yang lunak, sebagai berikut:

  1. Sel dan Matriks – Tulang rawan ini terdiri dari beberapa sel yaitu sel kondrosit dan sel kondroblas. Sedangkan matriksnya ini berupa serat dan substansi dasar. (Baca juga: Penyebab Tulang Belakang sakit)
  2. Mengandung Serat Kolagen – Bahwa tulang rawan merupakan jenis tulang dalam tubuh yang terdiri dari serat kolagen atau serat elastis yang dapat memberikan kelenturan dan kekuatan.
  3. Kekuatan Renggang – Tulang rawan memiliki kekuatan renggang yang dapat menyokong structural sehingga akan terjadi kemungkinan fleksibilitas tanpa distorsi. (Baca juga: Cara meluruskan Tulang Belakang)

Jenis Tulang Rawan

Dengan adanya keragaman serat yang menyusun tulang rawan, maka tulang rawan pun terbentuk dengan keanekaragaman jenis. Berdasarkan serat penyusunnya, tulang rawan dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis tulang rawan ini terdiri dari tulang rawan hyalin, elastis, dan fibrosa. Berikut ini beberapa jenis tulang rawan, di antaranya:

  1. Tulang Rawan Hyalin

Tulang rawan hyalin ini merupakan tulang rawan yang berbentuk umum dalam tubuh manusia. Karena, tulang rawan jenis ini terdapat pada masa embrio dan dewasa. Pada masa embrio, tulang rawan ini merupakan tulang rawan yang tugasnya sebagai pembentuk kerangka pada kebanyakan tulang sejati yang mana pembentukan tersebut melalui proses osifikasi endokondral. Sedangkan pada dewasa, tulang rawan ini akan mengeras, namun tidak berlaku pada bagian sendi, ujung iga, hidung, laring, trakea, dan brongkus yang tetap menjadi tulang rawan dan tidak berubah menjadi tulang keras. (Baca juga: Makanan yang Mengandung Kalsium)

Pada umumnya, tulang rawan hyalin atau kartilago hyalin ini fungsinya sebagai penyusun fetus atau janin dan beberapa tulang manusia dewasa. Tulang rawan jenis ini tersusun dari sel kondroblas dan kondrosit yang memiliki serat kolagen halus tipe 3 juga kondroitin sulfat yang fungsinya sebagai penyusun substansi dasar. Jika dibandingkan dengan tulang rawan jenis lainnya, tulang rawan atau kartilago jenis hyalin inilah yang merupakan tulang rawan yang padat, kaku, dan berwarna putih.
Tulang rawan hyaline ini berfungsi sebagai penopang tubuh embrio vertebrata dan organ pernapasan. Tak hanya sebagai penopang, bahwa tulang rawan jenis hyalin ini juga berfungsi sebagai pembentuk tulang sejati. Anda dapat menemukan tulang rawan jenis hyalin ini di bagian epifisis tulang sejati, ujung tulang rusuk, trakea, dan persendian. (Baca juga: Cara Meluruskan Kaki O)

2. Tulang Rawan Elastis

Pada umumnya, tulang rawan atau kartilago elastic ini memiliki struktur yang sama denga njenis tulang rawan lainnya yang tersusun dari sel kondrosat dan caran kondroitin sulfat. Namun, perbedaan antara tulang rawan elastis dengan hyalin ini adalah pada serat yang menyusun tulang rawan tersebut. Seperti namanya, bahwa tulang rawan jenis elastis ini tersusun dari serat yang lebih elastis dan halus dibandingkan dengan tulang rawan jenis hyalin. Serat ini tersusun dari kolagen di dalamnya. Jadi, tulang rawan elastis ini bersifat lebih elastis atau fleksibel. Warna tulang rawan elastis ini berwarna kuning jika dalam keadaan segar. Tulang rawan jenis ini, dapat ditemukan pada daun telinga atau telinga bagian luar (auricular), epiglotis, dinding tuba auditiva atau saluran eustachius, dan laring.

Tulang rawan elastis ini merupakan jenis tulang rawan yang sifatnya lentur dan matriksnya memiliki beberapa serat yang elastis dan juga bercabang-cabang. (Baca juga: Cara Mengobati Patah Tulang)

ads

3. Tulang Rawan Fibrosa

Tulang rawan fibrosa atau biasa disebut dengan istilah fibriokartilago ini memiliki sifat yang intermediet atau juga bisa disebut sebagai tulang rawan campuran dari hyalin dan elastis. Tulang rawan jenis ini tersusun dari serat kolagen yang kasar (tipe 1), sedangkan untuk substansinya dasarnya tidak terlihat jelas strukturnya. Tulang rawan jenis ini dapat ditemukan pada bagian vertebra dan ligamen atau penghubung antara tulang dan otot.

Perlu diketahui bahwa tulang rawan jenis fibrosa ini merupakan jenis tulang rawan yang paling banyak mengandung serat kolagen. Sehingga, tulangnya padat akan serat kolagen yang membuat matriksnya tidak teratur dan dapat membuat struktur menjadi kaku dan kuat. Kita juga dapat menemukan tulang rawan jenis ini pada bagian antar ruas tulang belakang.

Fungsi Tulang Rawan

Namun, hal demikian berbeda halnya dengan ikan hiu yang tulang rawannya berfungsi untuk menyokong tubuh hingga pada masa dewasa. Dan tulang rawan tersebut dapat ditemukan di bagian organ jaringan lunak seperti hidung, telinga, dan yang lainnya yang merupakan jenis organ yang tersusun dari jaringan lunak.  Tulang rawan di dalam tubuh tidak diciptakan tanpa ada gunanya. Sehingga adapun beberapa fungsi utama dari tulang rawan ini di dalam tubuh, yang di antaranya:

  1. Penyokong Jaringan – Tulang rawan ini memiliki fungsi sebagai penyokong jaringan atau organ lunak di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa pada masa awal perkembangan embrio vertebrata yang menyusun sistem rangka ini adalah jajaran tulang rangka. Sehingga, sifat dari tulang rawan ini adalah lunak dan elastis yang dapat menopang proses pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam telur atau rahim induk betina. Selanjutnya, posisi tulang rawan tersebut akan digantikan oleh rangkaian tulang sejati setelah terjadi menetasnya embrio.
  2. Pergeseran dalam Persendian – Sendi merupakan penghubung antara tulang sejati satu dengan tulang sejati lainnya. Dan sendi merupakan bagian dalam tubuh yang tersusun dari tulang rawan dan cairan synovial. Nah, struktur yang kenyal pada persendian inilah yang dapat berfungsi dalam pergerakan tulang sejati di dalam tubuh. Karena, dalam pergerakan tulang sejati ini akan mengalami pergesekan dengan tulang sejati lainnya. Di sinilah fungsi dari tulang rawan yang lunak dan elastis. Selain itu, tulang rawan yang elastis dan kenyal ini dapat melindungi gesekan-gesekan pada tulang sejati yang mungkin dapat mengakibatkan adanya kerusakan mekanis dalam susunan tulang.
  3. Pembentukan Tulang Sejati – Daerah tulang rawan ini terdapat pada bagian epifisis atau bagian ujung tulang sejati. Nah, karena terletak pada bagian inilah yang membuat tulang rawan ini berfungsi sebagai penyokong ketika terjadinya pertumbuhan proses pertumbuhan dan perkembangan vertebrata pada masa anak-anak ketika terjadi pertumbuhan dan penambahan tinggi. Di sinilah proses terjadinya pertambahan tulang sejati yang disebabkan oleh tulang rawan. Jaringan tulang sejati ini akan dibentuk oleh beberapa sel kondroblas atau sel-sel tulang rawan yang dapat berkembang menjadi sel-sel tulang keras atau osteoblas. Hal ini dinamakan sebagai proses osifikasi atau penulangan sekunder. Setelah proses tersebut, maka proses pembentukan dilanjutkan pada bagian matriksnya yang akan mengeras karena adanya kalsium dalam tulang.
  4. Penahan Goncangan – Tulang rawan dapat menahan tulang dan tubuh dari suatu goncangan. Biasanya, tulang-tulang yang dilindungi adalah tulang rusuk. Tulang rawan akan menopang beberapa tulang secara bersamaan ketika terjadi goncangan.
  5. Pembentukan dan Pergantian – Tulang rawan dapat membantu pembentukan tulang pada anak-anak di masa pertumbuhannya. Berbeda halnya orang di masa muda atau remaja, ujung tulang panjang lengan dan kaki yang terdapat tulang rawan ini secara bertahap akan berubah menjadi tulang keras dan tumbuh lagi tulang yang baru.
  6. Selalu Tumbuh – Perlu diingat! Bahwa tulang rawan adalah jaringan yang tidak pernah berhenti tumbuh! Nah, hal ini perlu disadari dan dipikirkan pula, kenapa orang yang sudah mulai menua terlihat telinganya yang mulai membesar. Hal ini karena telinga adalah organ tubuh yang terdiri dari tulang rawan yang elastis, sehingga akan tetap tumbuh tanpa berhenti. Walaupun secara perlahan.
  7. Bantalan Sendi- Tulang rawan ini bagaikan bantalan pada sendi yang mencegah pergesekan tulang sejati. Dan inilah fungsi utama dari tulang rawan.
Sponsors Link

Gangguan pada Tulang Rawan

Manusia memiliki tulang dan sendi atau sistem gerak yang sangat banyak fungsinya sebagai penunjang hidup manusia secara normal. Tanpa kondisi yang fit dan sehat pada tulang dan sendi tentunya akan mempersulit kehidupan manusia dalam beraktivitas. Setelah kita mengetahui pengertian, ciri, dan fungsi dari tulang rawan, maka ada baiknya kita juga membahas beberapa gangguan yang akan dialami oleh tulang rawan ini. Berikut ini beberapa gangguan pada tulang rawan yang perlu kita ketahui.

  1. Chondrodystrophies – Perlu diketahui, bahwa ada banyak gangguan yang bisa terjadi pada tulang rawan ini. Seperti halnya pada kakunya tulang rawan ini merupakan gangguan pada tulang rawan. Sehingga hal ini dapat membatasi pergerakan sendi-sendi tulang. Nah, gangguan ini biasa disebut sebagai chondrodystrophies. Hal ini terjadi ketika tulang rawan pada sendi mengalami degradasi. Nah, hal ini terjadi ketika munculnya gejala utama yaitu arthritis yang berupa terbatasnya gerakan sehingga membuat sendi terasa nyeri yang biasa disebut sebagai radang sendi.
  2. Achondroplasia – Achondroplasia ini merupakan jenis gangguan pada tulang rawan yang dapat menyebabkan adanya dwarfisme.
  3. Chondroma – Chondroma merupakan jenis gangguan pada tulang rawan yang berupa tumor jinak. Walaupun tumor ini tergolong jinak, namun tumor ini bisa berbahaya jika tidak segera diobati.
  4. Gangguan Mekanis Tulang- Pada umumnya, gangguan mekanis pada tulang ini diakibatkan karena adanya benturan tulang dengan benda lain yang keras. Atau bisa juga dikarenakan terjatuh atau dipukul.
  5. Fisura – Fisura ini merupakan gangguan tulang yang termasuk ke dalam gangguan mekanis tulang yang berupa retakan pada tulang. Gangguan ini dapat diatasi dengan menggunakan kalus atau sambungan pada tulang. Atau biasa disebut dengan pen.
  6. Fraktura – Fraktura ini merupakan gangguan pada tulang berupa patahan alias patah tulang yang terjadi pada tulang pipa pada umumnya. Namun, jika sampai terjadi keluarnya patahan tulang, maka hal ini disebut juga sebagai patah tulang terbuka, dan juga sebaliknya jika tidak sampai keluar dari kulit, maka disebut juga sebagai patah tulang tertutup.
  7. Memar Sendi – Memarnya pada sendi ini akan terasa nyeri pada bagian otot-otot, seringnya pada sendi pergelangan tangan ataupun kaki. Biasanya memar sendi ini terjadi karena adanya robeknya pada selaput sendi.
  8. Urai Sendi – Urai sendi ini lebih parah daripada memar sendi. Bisa dikatakan bahwa urai sendi ini tahap keduanya dari memar sendi. Karena, urai sendi ini diakibatkan adanya memarnya sendi yang bersamaan dengan lepasnya bagian ujung pada tulang dari persendian.
  9. Hydrocephalus – Hydrocephalus ini merupakan kelainan pada tulang. Kelainan ini biasanya ditandai dengan adanya pengumpulan yang secara abnormal atau tidak biasanya dan berlebihan pada cairan spinal. Selain itu juga terjadi pelebaran rongga dalam otak, sehingga membuat kepala menjadi membesar yang biasanya disebut sebagai megalochephalus. 

Artikel lainnya:

Sedikit informasi mengenai tulang rawan. Bahwa akhir-akhir ini telah terdengar rumor bahwa akan diciptakannya tulang rawan baru yang dibuat oleh manusia sendiri. Para ilmuan akan bereksperimen pada pemakaian ‘perancah’ bahan seluler dan sel kultur dalam menumbuhkan tulang rawan buatan baru ini. Namun, percobaan ini dilakukan pada hewan vertebrata. Nah, dari segi positifnya, bahwa tulang rawan yang baru ini walaupun tergolong tulang rawan buata, bahwa tulang rawan buatan ini dapat membantu dalam peringanan rasa sakit dan nyeri pada sendi yang terkena gangguan. Namun, kita juga bisa mengobatinya dan mencegahnya dengan olahraga yang teratur dan pola hidup yang baik dan benar.

Itulah beberapa informasi mengenai tulang rawan: ciri-ciri dan fungsinya. Semoga kamu dapat menerima informasi yang bermanfaat bagi kita semua baik dari segi tulang rawan: ciri-ciri dan fungsinya. Selamat berbagi informsi. Bagaimana? Sudah mengerti kan? Bagaimana dan apa itu tulang rawan? Kini saatnya kamu membagikan informasi ini ke yang lain, agar semua tahu tahu bagaimana tulang rawan itu.

Sponsors Link
, , ,




Post Date: Monday 14th, August 2017 / 14:07 Oleh :
Kategori : Kesehatan Tulang